Review Unspoken Journal Event : “Kesaksian Sang Petualang”

unspokenjournal.com – Sudah menjadi rahasia umum bahwa pada masa rezim orde baru berkuasa, kebebasan untuk bersuara dikekang dengan begitu hebatnya. Berbagai upaya dilakukan oleh penguasa pada masa itu, untuk membungkam para “pemberontak”. Hingga memasuki puncaknya pada tahun 1998, rezim yang dikepalai oleh ”The Smiling General” selama 32 tahun itu runtuh. Sang presiden meletakan jabatannya setelah mendapat tekanan yang luar biasa dari rakyatnya dengan kalangan mahasiswa sebagai unjuk tombaknya.

Tonton after event video Kesaksian Sang Petualang di Youtube!

Namun, pergerakkan menolak rezim itu telah terjadi bertahun-tahun sebelum sang presiden lengser. Salah satunya adalah pergerakan yang digawangi oleh grup musik Kantata. Mereka menyeruakan suara-suara rakyat yang tertindas pada masa itu melalui karya musik yang sangat membahana di kalangan masyarakat. Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, Setiawan Djodi, serta maestro sastra Indonesia W.S. Rendra, adalah personil dari grup musik ini. Salah satu album yang sangat fenomenal dari Kantata adalah album Kantata Takwa. Di dalam album ini, terpampang nyata suara pemberontakkan kepada pemerintah melalui karyanya seperti “Kesaksian” (6:10), “Orang-orang Kalah” (5:15), dan “Paman Doblang” (6:39). Hingga pada tahun tahun 1991, Kantata menggelar sebuah konser akbar di stadion Gelora Bung Karno dengan tajuk “Kantata Takwa”. Konser ini kemudian menjadi salah satu konser dengan jumlah penonton terbesar yang pernah ada di Indonesia. Konser ini juga yang pada akhirnya mengilhami Kantata untuk membuat sebuah film. Film ber-genre dokumenter eksperimental yang proses pengambilan gambarnya sebagian besar menggunakan kamera 35mm ini, tidak dapat dirilis pada era pemerintahan Orde Baru. Setelah melalui proses selama 17 tahun lamanya, akhirnya film ini selesai diproduksi pada tahun 2008 dan dirilis ke publik pada tahun 2010.

Berangkat dari hal tersebut, Unspoken Journal selaku online media yang bergerak di bidang kehumanioraan, menggelar sebuah event dengan tajuk “Kesaksian Sang Petualang”. Berlokasi di Bandung Creative Hub pada tanggal 22 November 2018, tak kurang dari seratus insan dari berbagai kalangan hadir menjadi saksi pagelaran yang digelar untuk mengenang kembali serta mengapresiasi mahakarya besutan sutradara Eros Djarot dan Alm. Gotot Prakosa tersebut. Dari mulai sisi teknis pembuatan, hingga alasan mengapa film ini dirilis setelah 18 tahun dari awal pembuatannya.

Untuk menggali lebih dalam mengenai film ini, Unspoken Journal menghadirkan pembicara yang menjadi bagian dalam proses pembuatan film ini yakni Bambang Supriadi selaku cameraman film Kantata Takwa, yang juga seorang sinematografer senior tanah air dan akademisi Institut Kesenian Jakarta. “Film ini menjadi mahakarya dan legenda di sejarah perfilman Indonesia. Menjadi perpaduan dari berbagai disiplin kesenian seperti film, musik, teater, hingga sastra”, tutur Bambang Supriadi. Selain itu, pihak penyelenggara juga menghadirkan seorang budayawan termahsyur di Kota Bandung, yaitu Tobing Jr selaku ketua komunitas LayarKita untuk menguak sisi-sisi lain yang tersirat dari film ini. “Eros Djarot adalah orang yang jenius. Ia mampu menghadirkan magis dalam film ini dan membuat film ini akan selalu dikenang hingga sepanjang masa”, ujar Tobing Jr. Diskusi dari penayangan film yang berdurasi lebih kurang 70 menit ini, dipimpin oleh Abdalah Gifar, seorang sutradara muda dari Bandung Film Council.

Acara screening dan diskusi film Kantata Takwa ini didukung oleh Bandung Creative Hub, Pocari Sweat, komunitas LayarKita, Ruang Film Bandung, Bandung Film Council, Bahasinema, 99% Dailyuse, dan Vespa Goods Coffee. “Nilai-nilai dari film ini sejalan dengan tujuan dari Unspoken Journal sendiri, yaitu memanusiakan manusia. Maka dari itu, kami berharap, jika generasi yang lalu berani bergerak untuk tujuan yang mulia, maka generasi sekarang pun tidak boleh hanya diam”, tutup Arri Rama Putra selaku founder dari Unspoken Journal sekaligus penanggung jawab acara tersebut.

 

  • Penulis      : Unspoken Journal event department
  • Redaktur  : Unspoken Journal event department
  • Foto          : Tim Dokumentasi Unspoken Journal

 

Share this page with :