Garis Takdir

Oleh : Hilman Rustandi
Menjelma dalam banyak rupa, kadang suka kadang lara
Indah cinta membias asa, hanya luka yang sembuh seketika
Di era ini kita terbiasa di siksa terbiasa dalam dunia hampa
Mentap kaca dalam lemah isi kepala, badai menerpa hanya mampu meratap duka di belahan dunia
Sakit menganga hanya jadi topik sementara, di ujung cerita selalu ada ia
Bukan ia yang di isi dada, hanya ia yang di isi kepala
Entah aku gila atau entah aku tak berdaya, semua sama dalam kotak pandora sumber dari segala bala
Tapi ada pesan tentang harapan dari mitologinya
jangan remehkan walau hanya sebatas bisik karena butterfly effect di mulai dari kepak sayap serangga yang mencipta badai pada akhirnya


Share this page with :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *